TUBAN adalah Kota yang tidak terlalu luas tetapi menyimpan banyak sekali keunikan dan keindahan, tuban di sebut sebagai kota bumi wali karena tuban adalah kota tempat banyak wali/sunan menyebarkan agama islam ,dan di situ juga tempat banyak wali di makamkan seperti Sunan Geseng, Sunan Bonang,Sunan Maulana Malik Ibrahim Asmoroqondi,Sunan Bejagung Lor,dan masih banyak lagi

LEGEN, Minuman Menyegarkan Khas Tuban
Segarnya Legen Tuban yang alami dan asli
Kamu mungkin gak asing lagi dengan legen, minuman khas Tuban yang berasal dari nira bunga pohon siwalan atau lontar yang memang banyak tumbuh di daerah ini. Sayangnya, legen alami hasil sadapan hanya sanggup bertahan 3-4 jam usai disadap, sehingga harus cepat-cepat diminum. Kalau enggak, minuman ini akan berubah menjadi tuak yang kadar alkoholnya tinggi.
Tanaman Lontar ( Borassus flabellifer ) yang banyak terdapat di daerah Tuban dan biasa disebut Siwalan atau Ental memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah menjadi penghasil minuman yang disebut dengan Legen oleh Warga setempat.
Legen berasal dari bunga Siwalan yang masih berupa kuncup dalam tandannya. Tandan bunga siwalan itu diiris sedikit pada pucuknya dengan menggunakan pisau sampai mengeluarkan Air berwarna putih yang disebut dengan nira.Nira yang terus menetes itu kemudian ditampung di dalam Bumbung yaitu wadah terbuat dari Bambusepanjang 40 cm dan dipasang tepat di bawah pucuk tandan Bunga.
Dalam sehari, tandan bunga siwalan itu diiris sedikit bagian pucuknya sebanyak tiga kali pada pagi, siang dan sore hari.
Setiap pengirisan tandan bunga itu dibarengi dengan pengambilan bumbung yang penuh dengan nira dan menggantinya dengan bumbung lainnya yang masih kosong.Nira segar yang terkumpul itulah yang disebut dengan Legen dan bisa langsung diminum. Rasanya cukup Segar campuran antara manis dan sedikit asam dengan Sensasi bau Legen yang Khas.
Minuman Legen yang masih alami berwarna putih pekat seperti air yang telah digunakan untuk Mencuci beras. Legen ini hanya bisa bertahan 3-4 jam saja. Di luar batas itu, rasa legen segera berubah menjadi minuman Tuak yang berasa pahit dan bisa me Mabuk kan karena kadar alkoholnya yang cukup tinggi.
Cukup susah juga untuk mendapatkan minuman Legen yang asli di Tuban. Kecuali dengan mendatangi langsung ke Desa -desa yang banyak terdapat Pohon Siwalan. Seperti di daerah Boto yang disana terdapat Wisata alami Air terjun Banyu Langse.
Harga minuman Legen yang masih segar dan alami itu Rp 3500 per botol ukuran 1500 ml. Pada bulan Ramadhan, di daerah Boto ini banyak pembeli yang memesan minuman Legen sebagai minuman untuk buka puasa.
Untuk mendapatkan legen yang masih alami—yang disadap langsung dari bunga pohon siwalan dengan bumbungan bambu, bukan yang sudah melewati proses pengolahan—kamu mesti menyambangi desa-desa penghasil legen untuk menikmatinya langsung. Rasanya manis bercampur sedikit asam, segar banget diminum di saat terik.Legen merupakan minuman khas daerah Tuban terbuat dari air dahan pohon Siwalan yang banyak bertebaran di daerah Tuban, tanpa dilakukan fermentasi. Rasanya manis khas, segar dan enak. Sekali mencicipi pasti dijamin ingin mencicipinya kembali.
Konon minuman ini konon bisa meluruhkan sakit batu ginjal. Tapi sayangnya, ada beberapa oknum yang sengaja mencampurnya, sehingga rasanya menjadi lain. Bagi para wisatawan yang sengaja berkunjung ke kota kami Tuban tercinta, apalagi ingin merasakan minuman Legen asli, mesti selektif dan bertanya terlebih dahulu kepada masyarakat setempat; dijamin mereka pasti tahu di mana bisa mendapatkan Legen asli.
Biasanya pembeli langsung datang ke rumah penjualnya. Minuman Legen lebih enak lagi apabila dinikmati pada musim kemarau. Minuman ini sangat cocok apabila dihidangkan dingin atau diberi es batu.
Sandur merupakan pertunjukan rakyat yang digelar di tanah lapang atau di halaman yang bersifat komunal. Penonton duduk di sekeliling pementasan. Tempat pertunjukan, untuk membatasai dengan penonton dipasang tali berbentuk bujur sangkar dengan sisi-sisi sekitar 4 meter, tinggi sekitar 1,5 meter. Masing-masing sisi diberi janur kuning sehingga batas itu lebih jelas. Di tengah-tengah sisi sebelah timur dan barat dipancangkan sebatang bambu menjulang ke atas dengan ketinggian sekitar 15 meter. Dari ujung kedua bambu dihubungkan dengan tali yang cukup besar dan kuat. Di tengah-tengah tali diikatkan tali yang menjulur samapi ke tanah tepat ditengah arena. Pada tali baik yang di sisi maupun di atas bambu diikatkan beberapa kupat dan lepet bagian dari sesaji. Di tengah-tengah atau titik pusat arena ditancapkan gagar mayang (rontek) dengan bendera kertas meliputi empat warna hijau (pengganti warna hitam), kuning, merah dan putih.[2]
Lagu Tombo Ati, merupakan lagu ciptaan Sunan Bonang dan menjadi nyanyian dan shalawatan di daerah Tuban pada masa penyebaran Agama Islam. Lagu ini berisikan lima cara untuk menenangkan hati menggunakan metode Islami sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadist. Saat ini lagu Tombo Ati sudah dikenal di seluruh Indonesia dan mancanegara yang dirangkai menjadi berbagai aliran lagu dan bahasa,[3]
Peringatan Haul Sunan Bonang yang diselenggarakan setiap malam Jum'at Wage bulan Muharram (Sura),
Sedekah Bumi, merupakan serangkaian acara yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang didapat dari hasil pertanian, [4]https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tuban

Dalam dusun Kerokan, desa Jetak,
kecamatan Montong ada situs yang lama diketahui banyak orang, dan menurut
beberapa sumber terdapat makam Ki singonegoro, Makm ini banyak dikunjungi oleh
para ulama besar. Ki Singonegoro diyakini penduduk setempat wali Allah, dia
adalah Senopati atau panglima perang, kerajaan Mataram zaman Sultan agung
hanyokro Kusumo, dan ketika kerajaan Mataram ditaklukkan, ia dan pasukan
melarikan diri ke dusun kerokan sambil menyebarkan agama Islam di masyarakat
sekitar. Di dusun Kerokan, Beliau bersembunyi dalam jurang sampai ia meninggal
dan dikuburkan di sana. Tempat ini merupakan sumber air yang tidak pernah
kering, meskipun itu musim kemarau panjang, sumber air yang digunakan ratusan
warga sekitar ini, di gunakan baik untuk kebutuhan mereka masing masing dan
perairan ladang merekaTebing pada makam Ki Singonegoro juga memiliki panorama
yang indah dan sumber air, ada tiga air terjun percikan tanpa henti, ada air
jatuh di hamparan kolam batu batu kuning sejauh 6-meter.Sejak itu ratusan tahun
air itu mengalir membelai batu, stalaktit dibuat, indah. Rumbaian menggantung
seperti rambut perawan. hamparan tanah merah, kering dan hambar berbatu membuat
suasana sejuk, damai, dan indah dengan sebuah oasis sumber daya air di bagian
belakang kehidupan makhluk hidup, salah satu makhluk hidup yang ada di sana adalah
berbagai monyet dan burung , selain itu ada beberapa yang maengganggu sebaginbesar
eksistensi mulai dari kurang lebih 82 hektar awal sekarang menjadi sekitar 20
hektar, namun warga telah mencoba untuk berusaha untuk situs ini harus
dilindungi, tetapi ada sumber air kendi yang baik, ada juga situs makam
KiSingonegorodan ada hal-hal indah dari situs ini, jika Anda memasuki gua di
bawah air terjun ada tulisan Jawa dan Arab pada dinding gua.untuk menghormati
dia, masyarakat sekitar mengadakan upacara tradisional sebagai bentuk
kehormatan.
keindahan lainya yaitu Air Terjun Nglirip atau dikenal dengan nama Grajagan Nglirip oleh masyarakat sekitar memiliki ketinggian kira-kira 30 meter dan lebar 28 meter dengan air yang jernih mengalir begitu derasnya. Dibalik air terjun juga akan ditemui sebuah goa yang cukup besar yang konon sering dipakai semedi untuk mencari ilmu.Sumber mataair air terjun ini berasal dari beberapa sumber air di daerah Hutan Krawak yang berjarak sekitar 3 km dari lokasi dan menyatu di sebuah bangunan dam yang berada di atas air terjun.

TUBAN juga mempunyai makanan khas yang unik yaitu ampo kota saya ini kecil tapi banyak sekali makanan makanan unik yang berada di kota saya contohnya ampo ini
Kue Ampo - Bagaimana ya rasanya memakan tanah liat yang
dipanggang. Tapi untuk warga tuban jawa timur memakan tanah liat yang
dipanggang sama seperti kita memakan stick cokelat. Makanan dari tanah
liat yang diberi nama ampo ini sudah menjadi makanan tradisional yang
dipercaya masyarakat tuban untuk melancarkan dan menguatkan sistem
pencernaan. Bahkan memakan tanah liat juga dipercaya bisa mengobati
beberapa penyakit.
Untuk memasak kue ampo ini tidak ada resep khususnya. Warga tuban
hanya mencari tanah yang bersih dan bebas dari kerikil. Kemudian
ditumbuk dan dipadatkan sehingga berbentuk segiempat. kemudian
mengikisnya dengan stick dan membentuknya seperti gulungan. Tanah yang
sudah menggulung itu kemudian dibakar dan diasapi selama 1 jam. Lalu
jadilah makanan snack atau camilan yang siap untuk dimakan.
Cara membuat secara detilnya tidak terlalu sulit. Pertama pisahkan tanah
liat dengan krikil atau pasir yang menempel. Pada tahap ini tanah di
pilah-pilah antara yang lembut dan kasar. Seperti halnya membuat adonan
jajanan atau kue lainnya, maka keseragaman tanah menentukan kenikmatan
dan kepulenan kue atau camilan yang di hasilkan nantinya. Kemudian
bentuk tanah menjadi kotak-kotak, Jika pada membuat kue pada umumnya ada
yang disebut istilah adonan yang kalis maka pada bagian inilah tanah
ini dibentuk menjadi adonan kalis. Membentuk adonan menjadi kotak
menunjukan bahwa adonan sudah kalis. Selanjutnya tanah liat dibentuk
menjadi stick. Cara pembuatannya ini hampir sama seperti membuat wafer
stick.
Setelah tanah liat dibentuk menjadi stick, kemudian tanah liat
dipanggang diatas tungku tradisional sampai mengeras dan kering. Tanah
liat diletakkan diatas wajan dengan pemanasan tungku dan kayu. Setelah
semua proses dilalui maka kue tanah liat ini siap untuk di hidangkan di
meja makan untuk menjadi teman ngobrol saat suasana santai bersama
keluarga.
Ternyata Sebenarnya tanah liat mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan
dan kecantikan. Diantara khasiat tanah liat yang saya dapat dari
searching google adalah sebagai berikut :
- Sebagai obat untuk sakit perut, karena tanah liat memiliki zat seperti sponge yang berfungsi menyerap racun di tubuh.
- Sebagai pengurang rasa sakit di luka, hal ini dikarena oleh sifat
tanah liat yang adem dan memiliki kandunga Zink dan Zat besi yang
membantu penyembuhan luka.
- Sebagai detox tubuh. Tanah liat yang bersifat seperti sponge ini
dapat digunakan untuk menyerap racun-racun ditubuh kita seperti bekteri,
zat logam berbahaya, dll.
- Untuk kecantikan, tanah liat bermanfaat untuk mengencangkan kulit
dan memuluskan kulit Anda jika digunakan sebagai masker atau lulur
tubuh.
Demikianlah kue ampo yang sangat unik dari daerah tuban. Jika
anda tertarik langsung saja datang kekota tuban dan langsung mencicipi
rasa unik dari tanah yang dipanggang ini. Semoga artikel ini dapat
menambah wawasan anda tentang makanan tradisional yang dimiliki oleh
Indonesia.