Thursday, 3 September 2015

Tuban kotaku






LEGEN, Minuman Menyegarkan Khas Tuban

Segarnya Legen Tuban yang alami dan asli
Kamu mungkin gak asing lagi dengan legen, minuman khas Tuban yang berasal dari nira bunga pohon siwalan atau lontar yang memang banyak tumbuh di daerah ini. Sayangnya, legen alami hasil sadapan hanya sanggup bertahan 3-4 jam usai disadap, sehingga harus cepat-cepat diminum. Kalau enggak, minuman ini akan berubah menjadi tuak yang kadar alkoholnya tinggi.

Tanaman  Lontar ( Borassus flabellifer ) yang  banyak terdapat di daerah Tuban dan biasa disebut  Siwalan atau Ental  memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah menjadi penghasil minuman yang disebut dengan Legen oleh Warga setempat.





Legen berasal dari bunga Siwalan yang masih berupa kuncup dalam tandannya. Tandan bunga siwalan itu diiris sedikit pada pucuknya   dengan menggunakan pisau sampai mengeluarkan Air berwarna putih yang  disebut dengan nira.Nira yang terus menetes itu kemudian ditampung di dalam  Bumbung yaitu wadah terbuat dari Bambusepanjang 40 cm dan dipasang tepat di bawah pucuk tandan Bunga.



Dalam sehari, tandan bunga siwalan itu diiris sedikit  bagian pucuknya sebanyak tiga kali pada pagi, siang dan sore hari.
Setiap pengirisan tandan bunga itu dibarengi dengan pengambilan bumbung yang penuh dengan nira dan menggantinya dengan bumbung lainnya yang masih kosong.Nira segar yang terkumpul itulah yang disebut dengan Legen dan  bisa langsung diminum. Rasanya cukup Segar campuran antara manis dan sedikit asam dengan Sensasi bau Legen  yang Khas.



Minuman Legen yang masih alami   berwarna putih pekat seperti air yang telah digunakan untuk Mencuci beras. Legen ini  hanya bisa bertahan 3-4 jam saja.  Di luar batas itu,  rasa legen segera berubah menjadi  minuman Tuak yang berasa pahit dan bisa me Mabuk kan karena  kadar  alkoholnya yang cukup tinggi.

Cukup susah juga untuk mendapatkan minuman Legen yang asli di Tuban. Kecuali dengan mendatangi langsung  ke Desa -desa   yang banyak terdapat Pohon Siwalan.  Seperti di daerah Boto yang disana terdapat Wisata alami Air terjun Banyu Langse.


Harga minuman Legen yang masih segar dan alami itu Rp 3500 per botol ukuran 1500 ml.  Pada bulan  Ramadhan, di daerah Boto ini banyak  pembeli yang  memesan minuman Legen sebagai minuman untuk buka puasa.

Untuk mendapatkan legen yang masih alami—yang disadap langsung dari bunga pohon siwalan dengan bumbungan bambu, bukan yang sudah melewati proses pengolahan—kamu mesti menyambangi desa-desa penghasil legen untuk menikmatinya langsung. Rasanya manis bercampur sedikit asam, segar banget diminum di saat terik.Legen merupakan minuman khas daerah Tuban terbuat dari air dahan pohon Siwalan yang banyak bertebaran di daerah Tuban, tanpa dilakukan fermentasi. Rasanya manis khas, segar dan enak. Sekali mencicipi pasti dijamin ingin mencicipinya kembali.

Konon minuman ini konon bisa meluruhkan sakit batu ginjal. Tapi sayangnya, ada beberapa oknum yang sengaja mencampurnya, sehingga rasanya menjadi lain. Bagi para wisatawan yang sengaja berkunjung ke kota kami Tuban tercinta, apalagi ingin merasakan minuman Legen asli, mesti selektif dan bertanya terlebih dahulu kepada masyarakat setempat; dijamin mereka pasti tahu di mana bisa mendapatkan Legen asli.

Biasanya pembeli langsung datang ke rumah penjualnya. Minuman Legen lebih enak lagi apabila dinikmati pada musim kemarau. Minuman ini sangat cocok apabila dihidangkan dingin atau diberi es batu.

Sandur merupakan pertunjukan rakyat yang digelar di tanah lapang atau di halaman yang bersifat komunal. Penonton duduk di sekeliling pementasan. Tempat pertunjukan, untuk membatasai dengan penonton dipasang tali berbentuk bujur sangkar dengan sisi-sisi sekitar 4 meter, tinggi sekitar 1,5 meter. Masing-masing sisi diberi janur kuning sehingga batas itu lebih jelas. Di tengah-tengah sisi sebelah timur dan barat dipancangkan sebatang bambu menjulang ke atas dengan ketinggian sekitar 15 meter. Dari ujung kedua bambu dihubungkan dengan tali yang cukup besar dan kuat. Di tengah-tengah tali diikatkan tali yang menjulur samapi ke tanah tepat ditengah arena. Pada tali baik yang di sisi maupun di atas bambu diikatkan beberapa kupat dan lepet bagian dari sesaji. Di tengah-tengah atau titik pusat arena ditancapkan gagar mayang (rontek) dengan bendera kertas meliputi empat warna hijau (pengganti warna hitam), kuning, merah dan putih.[2]
Lagu Tombo Ati, merupakan lagu ciptaan Sunan Bonang dan menjadi nyanyian dan shalawatan di daerah Tuban pada masa penyebaran Agama Islam. Lagu ini berisikan lima cara untuk menenangkan hati menggunakan metode Islami sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadist. Saat ini lagu Tombo Ati sudah dikenal di seluruh Indonesia dan mancanegara yang dirangkai menjadi berbagai aliran lagu dan bahasa,[3]
Peringatan Haul Sunan Bonang yang diselenggarakan setiap malam Jum'at Wage bulan Muharram (Sura),
Sedekah Bumi, merupakan serangkaian acara yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang didapat dari hasil pertanian, [4]https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tuban




Dalam dusun Kerokan, desa Jetak, kecamatan Montong ada situs yang lama diketahui banyak orang, dan menurut beberapa sumber terdapat makam Ki singonegoro, Makm ini banyak dikunjungi oleh para ulama besar. Ki Singonegoro diyakini penduduk setempat wali Allah, dia adalah Senopati atau panglima perang, kerajaan Mataram zaman Sultan agung hanyokro Kusumo, dan ketika kerajaan Mataram ditaklukkan, ia dan pasukan melarikan diri ke dusun kerokan sambil menyebarkan agama Islam di masyarakat sekitar. Di dusun Kerokan, Beliau bersembunyi dalam jurang sampai ia meninggal dan dikuburkan di sana. Tempat ini merupakan sumber air yang tidak pernah kering, meskipun itu musim kemarau panjang, sumber air yang digunakan ratusan warga sekitar ini, di gunakan baik untuk kebutuhan mereka masing masing dan perairan ladang merekaTebing pada makam Ki Singonegoro juga memiliki panorama yang indah dan sumber air, ada tiga air terjun percikan tanpa henti, ada air jatuh di hamparan kolam batu batu kuning sejauh 6-meter.Sejak itu ratusan tahun air itu mengalir membelai batu, stalaktit dibuat, indah. Rumbaian menggantung seperti rambut perawan. hamparan tanah merah, kering dan hambar berbatu membuat suasana sejuk, damai, dan indah dengan sebuah oasis sumber daya air di bagian belakang kehidupan makhluk hidup, salah satu makhluk hidup yang ada di sana adalah berbagai monyet dan burung , selain itu ada beberapa yang maengganggu sebaginbesar eksistensi mulai dari kurang lebih 82 hektar awal sekarang menjadi sekitar 20 hektar, namun warga telah mencoba untuk berusaha untuk situs ini harus dilindungi, tetapi ada sumber air kendi yang baik, ada juga situs makam KiSingonegorodan ada hal-hal indah dari situs ini, jika Anda memasuki gua di bawah air terjun ada tulisan Jawa dan Arab pada dinding gua.untuk menghormati dia, masyarakat sekitar mengadakan upacara tradisional sebagai bentuk kehormatan.

keindahan lainya yaitu Air Terjun Nglirip atau dikenal dengan nama Grajagan Nglirip oleh masyarakat sekitar memiliki ketinggian kira-kira 30 meter dan lebar 28 meter dengan air yang jernih mengalir begitu derasnya.  Dibalik air terjun juga akan ditemui sebuah goa yang cukup besar yang konon sering dipakai semedi untuk mencari ilmu.Sumber mataair air terjun ini berasal dari beberapa sumber air di daerah Hutan Krawak yang berjarak sekitar 3 km dari lokasi dan menyatu di sebuah bangunan dam yang berada di atas air terjun.

 
 TUBAN juga mempunyai makanan khas yang unik yaitu ampo kota saya ini kecil tapi banyak sekali makanan makanan unik yang berada di kota saya contohnya ampo ini
kue ampo

Kue Ampo - Bagaimana ya rasanya memakan tanah liat yang dipanggang. Tapi untuk warga tuban jawa timur memakan tanah liat yang dipanggang sama seperti kita memakan stick cokelat. Makanan dari tanah liat yang diberi nama ampo ini sudah menjadi makanan tradisional yang dipercaya masyarakat tuban untuk melancarkan dan menguatkan sistem pencernaan. Bahkan memakan tanah liat juga dipercaya bisa mengobati beberapa penyakit.
Untuk memasak kue ampo ini tidak ada resep khususnya. Warga tuban hanya mencari tanah yang bersih dan bebas dari kerikil. Kemudian ditumbuk dan dipadatkan sehingga berbentuk segiempat. kemudian mengikisnya dengan stick dan membentuknya seperti gulungan. Tanah yang sudah menggulung itu kemudian dibakar dan diasapi selama 1 jam. Lalu jadilah makanan snack atau camilan yang siap untuk dimakan.

Cara membuat secara detilnya tidak terlalu sulit. Pertama pisahkan tanah liat dengan krikil atau pasir yang menempel. Pada tahap ini tanah di pilah-pilah antara yang lembut dan kasar. Seperti halnya membuat adonan jajanan atau kue lainnya, maka keseragaman tanah menentukan kenikmatan dan kepulenan kue atau camilan yang di hasilkan nantinya. Kemudian bentuk tanah menjadi kotak-kotak, Jika pada membuat kue pada umumnya ada yang disebut istilah adonan yang kalis maka pada bagian inilah tanah ini dibentuk menjadi adonan kalis. Membentuk adonan menjadi kotak menunjukan bahwa adonan sudah kalis. Selanjutnya tanah liat dibentuk menjadi stick. Cara pembuatannya ini hampir sama seperti membuat wafer stick.

Setelah tanah liat dibentuk menjadi stick, kemudian tanah liat dipanggang diatas tungku tradisional sampai mengeras dan kering. Tanah liat diletakkan diatas wajan dengan pemanasan tungku dan kayu. Setelah semua proses dilalui maka kue tanah liat ini siap untuk di hidangkan di meja makan untuk menjadi teman ngobrol saat suasana santai bersama keluarga.

Ternyata Sebenarnya tanah liat mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Diantara khasiat tanah liat yang saya dapat dari searching google adalah sebagai berikut :


  1. Sebagai obat untuk sakit perut, karena tanah liat memiliki zat seperti sponge yang berfungsi menyerap racun di tubuh.
  2. Sebagai pengurang rasa sakit di luka, hal ini dikarena oleh sifat tanah liat yang adem dan memiliki kandunga Zink dan Zat besi yang membantu penyembuhan luka.
  3. Sebagai detox tubuh. Tanah liat yang bersifat seperti sponge ini dapat digunakan untuk menyerap racun-racun ditubuh kita seperti bekteri, zat logam berbahaya, dll. 
  4. Untuk kecantikan, tanah liat bermanfaat untuk mengencangkan kulit dan memuluskan kulit Anda jika digunakan sebagai masker atau lulur tubuh.
Demikianlah kue ampo yang sangat unik dari daerah tuban. Jika anda tertarik langsung saja datang kekota tuban dan langsung mencicipi rasa unik dari tanah yang dipanggang ini. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda tentang makanan tradisional yang dimiliki oleh Indonesia.
Posted by miftahur rizqihttps://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tuban

No comments:

Post a Comment